Developed by JoomVision.com
Terbaru: Pengumuman Kelulusan Akhir PPDB CMBBS 2018 - Friday, 25 May 2018 15:18
Terbaru: Pengumuman Hasil Psikotest dan Tes Keagamaan PPDB 2018 - Saturday, 28 April 2018 09:35
Terbaru: Pengumuman Hasil Tes Akademik PPDB 2018 - Saturday, 31 March 2018 07:15
Terbaru: Hasil Seleksi Administrasi PPDB 2018 - Saturday, 03 March 2018 06:11
Terbaru: Pembukaan Pendaftaran Calon Peserta Didik Baru Tahun 2018 - Wednesday, 31 January 2018 00:00
Terbaru: Bakti Sosial 'AZRIM' 2016 - Tuesday, 21 June 2016 11:37
Terbaru: Daftar Perolehan Prestasi OSN, O2SN, FLS2N, Debat, 4 Pilar dan... - Wednesday, 02 March 2016 09:58
Terbaru: Raihan Prestasi CMBBS di Ajang OSN, O2SN, FLS2N dan OPSI - Wednesday, 02 March 2016 09:44
Terbaru: Cara Cek Nama di Web PPDB Online - Tuesday, 16 February 2016 18:20
Terbaru: Siswa Kelas XII Laksanakan TO UNBK - Monday, 15 February 2016 14:31

Kabar Madani




width="200"

SDC 2015 "Andalusia" Berlangsung Meriah

PDFPrintE-mail

Siapa yang tidak kenal Andalusia? Wilayah (negara) yang kini dikenal dengan nama Spanyol dulu merupakan negara dengan peradaban paling maju di Eropa dan merupakan wilayah yang berada dalam penguasaan umat Islam. Kala itu, Andalusia menjadi sorotan Eropa dan dunia berkat kemajuannya dalam bidang teknologi, ilmu pengetahuan, kesehatan, dan bidang-bidang lainnya. Hal tersebut yang membuat Andalusia semakin termasyhur sebagai negara dengan peradaban yang jauh lebih maju daripada daerah-daerah lainnya di Eropa.

Kemajuan Andalusia tak lain berkat kearifan kekhalifan Islam yang menguasai wilayah tersebut selama 8 abad (800 tahun), kemuliaan peradaban Islam di Andalusia telah melahirkan ilmuan-ilmuan muslim yang telah mampu memberikan cahaya terang kepada Eropa yang pada masa itu tengah dirundung kegelapan. Cahaya-cahaya yang dibawa dari kejayaan Islam itulah yang kemudian membawa Eropa kepada masa kelahiran kembali (renaissance) sehinga Eropa mampu membangun peradaban yang lebih maju yang belum pernah terlihat sebelumnya.

Namun, masa keemasan Islam di Andalusia harus runtuh dan sirna akibat diambil alih oleh kekuasaan kristen setelah 8 abad lamanya berkuasa. Konon, hal tersebut terjadi karena para penguasa Andalusia yang terlena oleh kemewahan dan banyaknya harta benda sehingga menyebabkan kecintaan yang terlalu tinggi pada kekayaan dan kekuasaan. Akibat kesibukan perebutan kekuasaan dan terlena oleh harta benda itu satu-persatu kota-kota di Andalusia jatuh kepada kekuasaan kristen dan akhirnya runtuh seluruhnya dan hanya menyisakan puing-puing bangunan yang kini menjadi bukti sisa kejayaan Islam di Andalusia.

Kisah masa keemasan dan keruntuhan Andalusia tersebut yang menjadi inspirasi tema pelaksanaan SDC (Semalam di Cahaya Madani) 2015 yang merupakan pentas akbar kreatifitas seni para siswa SMAN CMBBS setiap tahun. Kegiatan ini merupakan ikon dan ajang unjuk kemampuan para siswa SMAN CMBBS dalam bidang seni dan theatre. SDC adalah kegiatan terbesar dan diprakarsai sepenuhnya oleh para siswa, mulai dari tema, desain acara, dekorasi panggung, perlengkapan, dan administrasi diinisiasi dan dilaksanakan oleh para siswa.

SDC “Andalusia” tahun 2015 dilaksanaan pada hari Jum’at, 30 Oktober 2015 bertempat di kampus SMAN CMBBS. Kegiatan ini dilaksanakan mulai Pkl. 17.00 WIB hingga Pkl. 23.30 WIB. Acara ini dihadiri oleh para tamu undangan yang merupakan para orang tua/wali siswa mulai dari kelas X hingga kelas XII.

Para tamu undangan telah hadir di kampus SMAN CMBBS sejak sore hari dan melaksanakan shalat Ashar di Masjid kampus SMAN CMBBS. Usai shalat mereka mendatangi lokasi kegiatan dan menempati tempat duduk yang telah disediakan.

SDC “Andalusia” boleh dikatakan berbeda daripada SDC-SDC sebelumnya. Satu hal yang paling mencolok yang membuat SDC kali ini bebeda ialah pada desain background panggungnya. Pada setiap pergelaran SDC, panitia yang merupakan siswa yang bertugas di bagian dekorasi menciptakan desain backgound panggung dari tangan-tangan kreatif mereka. Mereka menciptakan desain backgorund yang disesuaikan dengan tema SDC masing-masing. Kali ini desain background bertemakan masjid dan bangunan yang menggambarkan perkotaan Andalusia pada masa keemasanya. Dan yang menambah istimewa backgound tersebut ialah penggunaan layar lebar yang disatukan dengan background yang letaknya ada pada bagian tengah bakcgound atau panggung belakang. Layar lebar ini berfungsi untuk menampilkan video dan background digital yang ditampilkan untuk mendukung setiap performance yang sedang ditampilkan di atas pentas. Kehadiran background digital ini faktanya mampu menciptakan ‘rasa’ baru pada pergelaran SDC dan membuat perbedaan yang signifikan antara SDC tahun ini dari SDC-SDC sebelumnya.

Latar digital pada layar disesuaikan dengan tiap-tiap penampilan, latar digital tersebut membantu setiap penampilan seolah sedang dilakukan di lokasi yang sesungguhnya. Kehadiran latar digital benar-benar mampu membawa Andalusia masuk ke dalam SDC membuat penampilan-penampilan SDC semakin hidup dan modern. Ditambah oleh tata cahaya yang dedesai sedemikian rupa serta soundsystem yang padu, SDC 2015 telah mampu ‘menyihir’ para penonton sehingga tak melepaskan perhatiannya pada setiap penampilan, bahkan tidak menyadari ketika SDC telah berada di ujung acara.

Desain acara pada SDC kali ini pun sedikit berbeda. Susunan kegiatan dan penampilan pengisi acara sedikit diubah dari pakem, menyusul waktu pelaksanaan keseluruhan acara yang juga dipersingkat. Pada sore hari SDC dibuka oleh 3 MC informal, dilanjutkan dengan penampilan band, nasyid beatbox, kemudian standup comedy dan penampilan kolosal yang keseluhan dibawakan oleh siswa kelas X atau Evergent.

Memasuki waktu maghrib seluruh hadiri segera menuju tempat sholat untuk melaksanakan ibadah berjama’ah, kemudian kembali ke lokasi acara untuk menikmai santap malam setelah terlebih dahulu menukarkan kupon makan dan snack kepada panitia sembari diiringi penampilan musik dari grup band anak-anak madani. Ketika waktu Isya tiba, hadirin pun kembali dipersilahkan untuk melaksanakan shalat Isya berjama’ah.

 

Puncak kegiatan SDC ini dimulai setelah waktu Isya. Acara dibuka dengan penampilan Tari Saman yang tentu saja selalu menjadi daya tarik tersendiri dalam pergelaran SDC disusul oleh Tari Madani yang merupakan ikon atau ciri khas seni tari yang diciptakan oleh anak-anak madani. Rampak Bedug yang dibawakan oleh anak-anak madani menjadi penampilan berikutnya setelah Tari Madani. Ini sedikit berbeda dari biasanya, karena pada SDC sebelumnya Rampak Bedug menjadi penampilan menjelang penampilan pamungkas. Usai itu kegiatan menjadi sedikit formal, yaitu pidato atau sambutan yang disampaikan oleh Ketua, Wakil dan Sekretaris kegiatan SDC yang tak lain adalah siswa kelas XI. Kemudian sambutan disampaikan oleh Kepala SMAN CMBBS Jubaedi, M.Psi.T sekaligus membuka kegiatan secara resmi.

 

Usai kegiatan formal puncak penampilan kreatifitas seni anak-anak madani kembali digelar. Berikutnya ialah penampilan video hasil karya anak-anak kelas XII disusul dengan tari kombinasi dan lagu persembahan dari para siswa kelas akhir tersebut. Rangkaian grand opening menjadi performance berikutnya, disusul drama kisah kerajaan Andalusia yang menjadi pengantar dan “ruh” dari kegiatan SDC tahun ini. Drama kerajaan Andalusia ini dibawakan dengan penuh penghayatan, didukung kualitas dubbing yang mumpuni dari anak-anak madani dilengkapi efek cahaya dan latar belakang digital yang selaras mampu memukau para penonton dan membuat setiap adegan seolah terjadi di mana kerajaan Andalusia berada. Perbedaan dan kemajuan pergelaran SDC dalam pemanfaatan digital semakin tampak pada penampilan drama yang mengisahkan perjalanan kekuasaan Islam di Andalusia.

Penampilan demi penampilan terus mengisi pergelaran SDC yaitu Tim Paduan Suara, Angklung & Ansamble, Puisi Theatre, dan penampilan-penampilan dari tiap-tiap angkatan Revolver, Decennium dan Evergent susul menyusul hingga pergelaran SDC usai yaitu sekitar Pkl. 11.30 WIB. Usai kegiatan SDC seluruh panitia siswa kelas XI menggelar sujud syukur atas terlaksananya kegiatan SDC dari awal hingga akhir tanpa kendala yang berarti. Pergeralan SDC ini sempat dibayangi kecemasan akan turunya hujan dan angin kencang yang bahkan sempat menyebabkan kerusakan kecil pada background SDC yaitu lepasnya 2 (dua) buah triplex background akibat tiupan angin namun dapat segera diatasi.

Pergelaran SDC tahun 2015 dinilai banyak pihak sebagai pergelaran SDC terbaik yang pernah ada. Hal ini tak lepas dari pembaruan pemanfaatan teknologi digitalisasi pada background dan tema SDC yang lebih membumi. SDC “Andalusia” 2015 diharapkan dapat menjadi pemicu atau tonggak bagi kemajuan SDC-SDC berikutnya. (af)

Joomla! Template design and develop by JoomVision.com - http://www.joomvision.com